SMAN 1 KENCONG UKIR PRESTASI NASIONAL, RAIH PERINGKAT KETIGA DI AJANG KPP MINING YOUTH IN ACTION 2


JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh institusi pendidikan daerah di kancah nasional. SMAN 1 Kencong sukses mengharumkan nama sekolah setelah dinobatkan sebagai peraih Predikat Terbaik ke-3 dalam ajang bergengsi KPP MINING Youth in Action (YIA) 2, sebuah program nasional yang diselenggarakan oleh KPP Mining, member of Astra.

Puncak apresiasi yang tertuang dalam acara Awarding Day tersebut diselenggarakan di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta Timur, pada 26 hingga 29 Agustus 2026. Di tengah ketatnya persaingan dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di seluruh penjuru tanah air, delegasi SMAN 1 Kencong membuktikan kapasitasnya melalui proyek sosial unggulan bertajuk "Transformasi Gizi Sehat dan Zero Food Waste melalui Model Kantin SANTIKA (Sehat, Anti Sisa dan Konsumsi Berkelanjutan)".

Acara penganugerahan tingkat nasional ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia Kementerian PPN/Bappenas, Bapak Pungkas Bahjuri Ali, S.Tp., M.S., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kontribusi nyata generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.


Kemeriahan acara turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto. Dalam pidatonya, beliau menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap pemberdayaan generasi muda agar senantiasa melahirkan inovasi solutif bagi permasalahan di lingkungan sekitar. Dukungan senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kemendikdasmen, Ibu Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam merancang setiap proyek inovatif pelajar.

Keberhasilan SMAN 1 Kencong merangsek ke jajaran tiga besar nasional tidak lepas dari keunggulan konsep Kantin SANTIKA. Proyek sosial ini dinilai berhasil menjawab dua isu krusial sekaligus, yakni peningkatan kualitas gizi sehat bagi pelajar dan mitigasi limbah makanan (zero food waste) melalui pendekatan konsumsi yang berkelanjutan. Model kantin ini mengintegrasikan edukasi ekologis langsung ke dalam ekosistem harian sekolah.


Perolehan predikat terbaik ketiga ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan daya kritis siswa di SMAN 1 Kencong mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional. Pihak sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

No comments:

Post a Comment