Jember — Senin pagi tidak sekadar menjadi rutinitas upacara bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong. Di balik barisan yang tertib dan prosesi pengibaran bendera, terselip pesan tentang keberanian mengejar mimpi, keteguhan menghadapi tantangan, serta pentingnya tidak membiarkan suara-suara negatif menghentikan langkah.
Pesan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Kencong, Bpk. Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026.
Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di halaman SMAN 1 Kencong. Dalam amanatnya, Bpk. Andri menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang sekelompok katak yang berlomba mencapai puncak sebuah pohon.
Kisah tersebut
bermula ketika sejumlah katak mengikuti perlombaan untuk mencapai puncak.
Tantangannya tidak mudah. Di bawah, suara penonton justru dipenuhi teriakan
yang meragukan kemampuan para peserta. Mereka meneriakkan bahwa tujuan yang
hendak dicapai terlalu tinggi dan mustahil untuk ditaklukkan.
Tak terpengaruh
oleh situasi di sekelilingnya, katak tersebut terus memanjat. Perlahan tetapi
pasti, ia akhirnya berhasil mencapai puncak dan menjadi satu-satunya peserta
yang berhasil menyelesaikan tantangan.
Yang membuat
kisah tersebut semakin menarik, ternyata katak yang berhasil mencapai puncak
itu adalah seekor katak tuli. Karena tidak dapat mendengar teriakan negatif
dari penonton, ia justru mengira suara-suara tersebut sebagai sorakan dukungan
dan penyemangat.
Menurut Andri,
perjalanan menuju keberhasilan sering kali tidak selalu mendapatkan dukungan
dari lingkungan sekitar. Ada kalanya seseorang harus berhadapan dengan
keraguan, kritik, bahkan perkataan yang dapat melemahkan semangat.
Namun, hal
tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.
Pesan utama
yang disampaikan adalah pentingnya tidak mudah terpengaruh oleh ejekan dan
perkataan yang meremehkan kemampuan, tetap fokus terhadap tujuan, serta menjaga
pikiran positif ketika menghadapi berbagai hambatan.
Kisah katak
tuli tersebut juga mengajarkan bahwa cara seseorang memandang sebuah keadaan
dapat memengaruhi langkah yang diambil. Suara yang bagi sebagian orang menjadi
tekanan, dapat dimaknai sebagai energi untuk terus bergerak maju.
Bagi keluarga
besar SMAN 1 Kencong, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana siswa memperoleh
pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka dibentuk menjadi pribadi yang
tangguh, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menentukan arah masa
depannya.
Sebab,
terkadang yang paling menentukan keberhasilan bukan seberapa keras suara yang
mengatakan “kamu tidak bisa”, melainkan seberapa kuat seseorang meyakini
bahwa ia mampu terus mencoba dan mencapai tujuan.
Repoeter : Cak Narto






Goodjob..trmksh
ReplyDelete